Monday, August 8, 2011

CDI Limiter merupakan CDI yang membatasi kemampuan mesin pada rpm tertentu (standar 9500rpm) sehingga mesin tidak akan bertenaga apabila putaran mesin sudah tinggi. Tapi Apakah benar CDI Limiter menjadikan komponen mesin lebih awet?
Sebenarnya jika dipikir secara teori jawabanya sudah ketahuan. Kerja CDI limiter ini akan terasa apabila mesin sudah berputar pada rpm yang ditentukan, sehingga motor yang menggunakan CDI jenis ini tidak akan maksimal larinya. Namun tak perlu khawatir sebab hal tersebut mempunyai alas an tersendiri yaitu komponen mesin akan lebih awet. Argumen itu sangat mungkin lantaran untuk pemakaian harian, pembesut motor tidak perlu memaksakan kendaraan untuk kegiatan sehari-hari. Lain halnya dengan motor balap yang harus menggunakan CDI non limiter. Artinya jika motor anda ingin dibuat untuk kencang maka gantilah CDI limiter anda dengan CDI yang non limiter namun jika anda lebih mmilih ketahanan mesin anda mesti setia menggunakan CDI limiter. Sebenarnya ada cara lain untuk menghilangkan limiter pada CDI jenis ini, namun CDI tersebut harus CDi yang programmable seperti milik Kawasaki ZX 130 maupun Supra X PGM-FI.

Nah sudah mengerti kan mengapa motor-motor keluaran terbaru tidak dapat berlari kencang.   Demikianlah sedikit penjelasan tentang CDI Limiter menjadikan komponen mesin lebih awet.  Semoga bermanfaat…

3 comments:

izul said...

ternyata motor baru pake cdi limiter ya?

Ade Gustomo said...

iya sob, kbanyakan gtu, mkanya klo di rpm atas biasny mbrebet.., itu prtanda limiter pda CDI'y bkerja...:)

Anonymous said...

koplakk motor baru kok mlh gk bisa lari